Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku

Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku
Aku tak pernah takut dengan kesendirian karena aku memiliki sahabat taat dalam Istiqomahku

Rabu, 20 September 2017

Perlukah Muatan Pendidikan Akhlak di Perkuliahan?





Pendidikan menjadi salah satu perhatian penuh pemerintah Indoensia, karena dengan pendidikan akan terlahir orang-orang terdidik sebagai penerus kekuasaan di Indoensia, terutama dalam mengembangkan sumber daya manusia dan sumber daya alam. Tujuan pendidikan Nasional di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Sehubungan dengan itu, pemerintah terus mengolah sistem pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan warga negaranya. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 20 tahun 2016 dalam pendahuluannya mengungkapkan bahwa, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pasal 31 ayat (3) mengamanatkan  pemerintah untuk mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidkan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Atas dasar amanat tersebut telah diterbitkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 

Pada pasal 3 menegaskan, bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Bertujuan untuk mengembangkan potensi pesera didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga nagara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa pemerintah sangat memberikan perhatian penuh terhadap pendidikan, sehingga adanya ramuan-ramuan baru sebagai inovasi dalam rangka memajukan pendidikan di Indonesia. Salah satu bukti perhatian pemerintah terhadap pendidikan di Indoensia adalah terumuskannya Kurikulum 2013 yang pada saat ini sudah menjadi Kurikulum Revisi 2013. Perkembangan kurikulum di Indoensia merupakan hasil pertimbangan pemerintah, salah satu alasannya adalah landasan psikologis dalam perkembangan kurikulum.
Nah, teman-teman, sebelumnya perkenalkan namaku Sarah. Saat ini sedang menjalani perkuliahan di Jurusan Pendidikan Kimia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Prolog di atas adalah salah satu materi pendidikan yang aku rangkum dari mata kuliah Telaah Kurikulum. Seperti nama dari mata kuliah tersebut, pada mata kuliah ini banyak mendalami mengenai kurikulum, terutama membahas kurikulum 2013 yang masih menjadi berdebatan pendidik di Indonesia. Kurikulum peralihan dari KTSP ini menekankan pada kemandirian peserta didik dan menanamkan nilai-nilai akhlak di setiap materi pelajaran, tanpa terkecuali. Apa pun materi pelajarannya, baik itu mata pelajaran Kimia yang eksak tetapi harus ada out put integrasi mengenai ketakwaan kepada Tuhan dan akhlak yang baik. Kurikulum itu tidak bisa dinilai keberhasilannya dalam waktu yang cepat. Keberhasilan kurikulum dapat dilihat setelah beberapa tahun kelulusan peserta didik. 

Muatan akhlak di Sekolah menjadi hal terpenting, namun bukan hanya pada mata pelajaran agama saja. Sejak Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, hingga Menengah Atas  muatan materi akhlak semakin dipersempit, mengapa? Karena semakin dewasa seseorang maka dianjurkan untuk lebih banyak mengaplikasikan materi-materi penanaman akhlak sejak Sekolah Dasar.  Apa lagi, sehubungan dengan pasal 3 di atas, dalam tujuan mengembangkan potensi peserta, redaksi pertama adalah bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa lalu berakhlak mulia. Karena yang terpenting adalah bukan bagai mana seseorang itu pintar, tetapi mempu beriman dan berakhlak mulia. Menjadikan seseorang berakhlak mulia itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar, maka sekolah tidak bisa hanya menggantungkan muatan akhlak pada materi pelajaran agama saja. 

Oleh sebab permasalah muatan akhlak yang menjadi tujuan pendidikan, Mentri Pendidikan Indonesia menyarankan adanya Full Day School yang menurutku tujuannya baik, yaitu untuk memberikan pelajaran sikap. Karena peserta didik lebih segan dan takut kepada guru dari pada kepada orang tuanya di rumah sehingga lebih mudah para guru untuk memberikan pembiasaan kepada peserta didik. Tetapi, muncul lagi permasalahan dari Full Day School. Tidak semua sekolah siap untuk menjalankan Full Day School dari segi sumber daya guru dan infrastruktur sekolah.
Problematika pendidikan Indoensia adalah terlalu mengagungkan kognitif dan melupakan pendidikan karakter, sehingga ada kekhawatiran terkikisnya sedikit demi sedikit ajaran agama dan budaya nenek moyang yang mengajarkan tatak rama oleh perkembangan zaman. Dalam pengajaran sikap terbaik adalah dengan memberikan contoh, bukan teori tetapi implementasi. 

Lalu muncul pertanyaan, “Apakah mahasiswa masih memerlukan muatan akhlak di perkuliahan?” Menurut dosen mata kuliah Telaah Kurikulum Pendidikan Kimia, Bapak Burhanudin Milama, M.Pd yang juga merupakan salah satu tim dari perumusan kurikulum 2013, bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan maka semakin sedikit muatan sikapnya, berbanding terbalik dengan muatan pengetahuan. Seharusnya, di perguruan tinggi sudah tidak ada mata kuliah akhlak, karena materi akhlah sudah didapatkan sejak Sekolah Dasar, sehingga pada perkuliahan mahasiswa harus sudah menjadi duta akhlak di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Benar sekali, karena pada dasarnya mahasiswa sudah lebih mengetahui segala yang baik dan buruk. Bukan lagi saatnya mahasiswa belajar teori mengenai akhlak terpuji. Karena mahasiswa memiliki peran yang sangat penting untuk membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidpan bangsa. Karena mahasiswa adalah sebagai agen mengatasi permasalahan keterpurukan yang tengah dialami bangsa ini terutama dalam permasalahan akhlak. Mahasiswa diharapkan peka terhadap peka menghadapi permasalahan pendidikan karena pada hakekatnya, mahasiswa adalah jembatan intelektualisme. Peran dan fungsi mahasiswalah yang seharusnya dapat diterapkan sebagai solusi di bidang pendidikan ini. 

Sejak aku masuk di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, pikiranku lebih terfokuskan pada pengembangan pendidikan. Memang bukan hal yang mudah menjadi pendidik, tetapi itu semua bisa dimulai dari diri sendiri. Mempersiapkan menjadi pendidik profesional dengan menumbuhkan interpersonal yang baik, Karena mahasiswa terutama mahasiswa pendidikan harus memiliki jiwa pendidik yang dirindukan oleh setiap orang.

Minggu, 17 September 2017

Open House Kemuslimahan Komda FITK

“Ibu bagaikan sekolah, bila anda mempersiapkannya secara baik, berarti anda telahmempersiapkan generasi bangsa dengan integritas kepribadian yang baik” (‘Abbas Kararat)
 
 
 

Muslimah memiliki peran penting bagi majunya generasi . Generasi yang maju pada akhirnya akan berimplikasi terhadap majunya sebuah peradaban. Muslimahlah yang melahirkan dan mendidik para generasi yang akan datang sekaligus pemberi pengaruh pertama kali bagi kehidupan generasi pemimpin bangsa. Terkait dengan perhatian dan apa yang telah disumbangkan Islam terhadap Musllimah, Komisariat Dakwah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (KOMDA FITK) menyelenggarakan Open House Kemuslimahan 2017.

Acara yang berkonsep talkshow ini , diselenggarakan pada hari Sabtu, 16 September 2017 di Aula Student Center  UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dengan mengangkat tema “Pengaruh Wanita dalam Peradaban Dunia” dihadiri pembicara Muslimah yang menginspirasi, yaitu  Ummi Indadari ( Owner Fashion Muslim dan penulis buku Goresan Perindu Surga), Uni Dwp Permata (pengusaha sukses, Owner dan Designer Kicis Muslimah), dan Ustadzah Syifa Fauziah (Founder Komunitas jendela Pelangi. Peserta talkshow dihadiri oleh sekitar 200 orang yang merupakan pelajar mahasiswa dan Sekolah Menengan Atas (SMA).



Pesan yang disampaiakan oleh pemateri pertama, yaitu Ummi Indadari mengenai peran msulimah yang telah Allah atur sejak Islam datang. Bahwa tidak ada feminisme dalam Islam karena posisi wanita dan pria sama, yang membedakan hanyalah iman dah takwa. Tetapi seorang wanita juga tidak boleh melupakan kodratnya sebagai madrasatul ula (sekolah pertama) bagi anak-anaknya, maka perlulah seorang wanita terus belajar ilmu agama agar menciptakan generasi yang kokoh. Dilanjutkan dengan penyampaian oleh ustadzah Syifa, bahwa muslimah adalah makhluk yang Allah berikan kemuliaan dari Allah. Seorang muslimah memiliki hati yang lembut, karena itulah muslimah adalah pendidik terbaik bagi terciptanya peradaban dunia. Diamnya muslimah adalah emas dan bicaranya adalah mutiara. Pemateri terakhir adalah seorang wirausaha, beliau menyampiakan bahwa muslimah boleh aktif dalam enterpreneur, karena dengan masuknya muslimah dalam dunia bisnis, mampu menjadikan lahan dakwah kepada masyarakat luas.


Menurut Khoiriyah A. Chotib, ketua pelaksana Open House kemuslimahan, acara ini All in One dengan hadirnya tiga pembicara yang memberikan wawasan  berbeda dari latar belakang mereka yang berbeda-beda. “Alhamdulillah acaranya berjalan lancar dan sangat positif. Meningkatkan wawasan Islam bagi Muslimah dan enterpreneurship di kalangan muslimah.” Selain kesan yang disampaiakan oleh Koordinator Keputrian Komda FITK, beliau juga berharap agar acara ini dapat bermanfaat dan banyak kebaikan yang dapat dipetik oleh seluruh peserta Open House Kemuslimahan. “Semoga tahun depan aca Open House Kemuslimahan Komda FITK bisa lebih baik dan menarik masa lebih banyak agar lebih banyak muslimah yang mengetahui peran yang sesungguhnya” Tutur Ketua Pelaksana Open House kemuslimahan.

Kenapa Aku Berbeda?


 
"Berawal dari rasa iri. Melihat teman-teman ko mudah sekali mendapatkan teman laki-laki, kenapa mereka banyak yang mendekati? Kenapa mereka juga denga mudah gonta-ganti pasangan?.Jika dilihat dan dipikir-pikir, aku gak jelek-jelek banget, gak jauh beda dari mereka yang dengan mudahnya bergaul dengan laki-laki. Kenapa ya? apa memang aku ini jelek? gak menarik? apa pakaianku ini udik?"

Akhwaty Fillah, tidak sedikit yang merasakan sepeti kasus di atas. Merasa tidak percaya diri karena alasan yang tidak rasional. Terlihat dengan jelas pergaulan zaman sekarang yang sudah banyak mendobrak batas ketentuan antara ikhwan dan akhwat. Banyak sekali ikhtilat yang terjadi. Akhwaty, sebagai muslimah kita harus menjaga izzah dan iffah. Kita tahu pentingnya kedua arti tersebut bukan?


Izzah adalah sebuah harga diri yang mulia dan agung. Harus ada untuk menghiasi setiap relung jiwa sorang muslim, apalagi muslimah. Izzah diberikan pada makhluk-Nya sesuai pendekatan pada Rabbnya, semakin dekat dengan Allah, maka makhluk tersebut semakin memilik Izzah. Sedangkan Iffah adalah menahan. Yaitu menahan diri dari perkara yang haram.

Untuk kasus di atas, apa alasannya merasa iri dengan mereka yang kamu anggap 'laku'? Apakah itu mulia untukmu? Akhwaty, berhati-hatilah merasa iri. Jangan sampai salah kaprah. Rugi, sangat rugi jika menginginkan hal yang jelas-jelas tidak ada manfaatnya. Tahu tidak, jika hal tersebut adalah cara Allah untuk melindungi kita.

Untuk melindungi? Apa maksudnya?
Coba tanyakan pada wanita yang banyak dikagumi oleh lelaki. Apakah mereka bahagia?
Mereka merasa 'risih' dengan godaan-godaan lelaki yang mendekatinya. Pikirannya banyak terganggu. Bukan hanya itu Akhwaty, godaan yang besar juga menimpa si wanita. Banyak kebahagiaan yang ditawarkan oleh mereka, dan wanita tersebut akan merasa tergiur dan sedikit sekali kepastian hati untuk tetap menahan diri, yakinlah! Tapi jika ada wanita yang berbahagia karena banyak didekati lelaki pasti cuma karena tawaran-tawaran kebahagiaan. Jadinya wanita murahan.

Coba kita berfikir baik-baik Akhwaty. Tidak banyak laki-laki yang mendekati adalah cara Allah untuk menjaga kita dari maksiat. Allah benar-benar sayang. Tidak ingin hamba-Nya yang solihah terenggut harga dirinya hanya karena tawaran kebahagiaan semu semata. Bayangkan jika ada laki-laki yang mendekati? Apakah kita mampu untuk menolaknya? apakah kita mampu untuk menjaga diri untuk tet

ap istiqomah pada penjagaan izzah dan iffah? Belum tentu. Itulah mengapa Allah biarkan kita sendiri 'dulu'. Allah menjaga kita dari hal-hal seperti itu agar kita lebih taat kepada Allah. Allah itu pencemburu, mungkin itu alasannya, mungkin itu cara Allah agar kita tetap setia padaNya.

Belum tentu mereka yang laku mulia di mata Allah bukan? godaannya sangat berat. Jadi tetaplah menjadi diri sendiri yang sederhana. Tidak perlu susah payah tampil cantik, menarik, dan modis hanya untuk membuat banyak lelaki terpesona. Tetaplah mempercantik diri dengan beribadah kepada Allah secara kaffah. Karena bunga mekar hanya sekali, maka biarkan kumbang terbaik yang mendekati. Yaitu kumbang yang Allah beri untuk mendapatkan madu yang tersertifikati Hallal dari-Nya. 

Dariku yang masih dalam proses bersama Rabb-Nya untuk menjadi sebaik-baik perhiasan :')
Untukmu yang mengharapkan Ridho Allah kini dan nanti untuk membangun istana di syurga nanti<3


 

Kamis, 17 Agustus 2017

GUNDAH


Selamat datang wahai diri

Inilah tempat dan waktumu

Semoga kau selamat sampai akhir

saat kau benar-benar kembali

 

Bau busuk bangkai menyengat

Tanah kering dan tandus

Hanya bayang-bayang fatamorgana

Sedang matahari seperti sejengkal di atas kepala

Terseok diri mencari teduh, nihil!

Semua musnah tanpa tersisa

 

Haus..

Lapar..

Haruskah aku memakan bangkai berserakan?

Aku ingin kembali Tuan..

Atau cabut saja nyawaku dan kembalikan aku pada keharibaan

 

Sebelum  mengerti banyak hal,

pelajarilah tentang semua di sini

Saat hingar bingar dunia menyilaukan hati

Tak ubahnya manusia merampas dengan serakah harta dan tahta

Sombong!

Kau kerdilkan manusia rendah, miskin, dan papah

Saat amanah menjadi sunda gurau

Meremehkan pertanggung jawaban

Bertopeng kebaikan,

namun compang-camping nalurinya

 

Terus saja kau mendusta

anggap Dia tak pernah ada

dan kau terus merasa yang paling bisa

kepunyaan semu, harta dan tahta

 

Bicaralah seorang kakek tua beruban:

Saat yang haram jadi halal

Yang bathil dianggap haq

Orang salah dibela

Pembohong dipercaya, sedang kejujuran ditelan nista

hukum Allah diremehkan

Musnah sudah dunia ini

kelam...

Senyap..

Hancur..

 

Ada jejak yang terlupakan

Risalah yang tak pernah habis oleh zaman

Yang Allah utus bagi hambanya yang kebingungan

Membedakan anatara yang munkar dan kebenaran

Ketika manusia sudah lama ditinggalkan

Sejatinya abadi di dalam Al-Qur’an

Ada banyak jawaban tentang kerisauan dan kesedihan

Saat dunia hancur berantakan

Maka kembalilah pada contoh yang dianjurkan

Nabi Muhammad menjadi teladan

 

 

Rabu, 16 Agustus 2017

Random Feel

Dan kamu tahu, apa yang ingin aku katakan dari dalam hati?
one.. two.. three..
ENJOY WITH YOUR SCHEDULE!

Agustus dan September ini jadi bulan yang padat merayap dan aku selalu ingat waktu yang super singkat dengan seseorang yang jam terjun dakwahnya luarbiasa, beliau nanya, "Kamu ngapain de ke kampus?" daripada bingung jawab apa, yang terlontar adalah "Biasa..ka". Ngejamin apa, kalau kakak itu faham maksud aku? hahaha jadi apa yang aku lakukan di kampus selagi liburan?

Ngajar Private

 Saat anak kuliah masih libur tetapi sekolah sudah masuk otomatis mengikuti jadwal mereka, dan gak mungkin juga kalau aku minta liburan tiga bulan sama orangtua anaknya hahaha. Ngajar private juga buat nambah-nambah selama liburan sih, daripada di rumah gak ada pemasukan :D

Selamat Datang Saudaraku (SDS)

Jadi volunteer penerimaan mahasiswa baru dari awal pendafatarn jalur SNMPTN sampai jalur terakhir masuk UIN Jakarta, SPMB. Seru ko, seru banget malah. Banyak pengalaman yang aku dapatkan, gak hanya pengalaman, aku juga jadi banyak bersyukur, tapi ada sedihnya juga sih,kenapa?
Tentang UKT yang baru diberlakukan di UIN Jakarta yang menurut sebagian orang memberatkan karena aku bertemu dengan banyak orangtua yang mengeluh kelas UKT yang didapatkan, hasil UKT dari daftar online walaupunsudah diisi dengan berkas yang sesuai dengan yang dimiliki maba, tetap saja banyak yang merasa keberatan dengan biaya kuliah. Sampai ada yangmohon-mohon sama aku untuk diturunkan kelas UKTnya, padahal aku sama sekali tidak ada hak untuk itu. Ada yang menunggu dari pagi hingga sore untuk mengetahui pengumuman keringanan biaya, ada juga yang curhat menceritakan kondisi keluarga sampai nangis-nangis. Hikshiks (untuk ibu yang waktu itu curhat, aku minta maaf hanya bisa jadi pendengar yang baik dan hanya bisa mengantarkan ibu ke bagian yang mengurusi UKT ya selebihnya aku hanya bisa mendo'akan agar rezeki ibu Allah perluas,aamiin)

Yang berkesan dari SDS ini banyak banget, dapat kenalan yang satu UKM tapi beda Fakuktas, dari beberapa angkatan yang berbeda, jadi tau nih seluk beluknya bagian Akademik dan Kemahasiswaan, memasuki ruangan-ruangan yang sebelumnya aku pikir "untuk apa ruangan ini? ko banyak ruangan yang ga pernah dikunjungi mahasiswa?" dan ternyata itu loh fungsi staf-staf yang ada di dalam ruangan itu, ketemu sama mahasiswa baru yang unik-unik sampai ada yang meluk-meluk (tenang.. perempuan ko hehe), ada yang cium tangan, ada yang jutek abis padahal minta bantuan (huhuhu), pokoknya banyak deh.

Persiapan PBAK Jurusan

Jadi divisi acara di PBAK jurusan,harus rapat persiapan segala tetek bengeknya, banyak perubahan jadwal dari Fakultas, belum dapet ACC dari pihak lab untuk praktikum sederhana, and than jadi mentor untuk PBAK jurusan. WOW banget

Volunteer Sunduq Konser Amal Palestina

Huuuua.. aku suka pengalaman ini. Alhamdulillah ya Allah..
aku baru tahu loo acara konser amal dan lelang amal ternyata kaya gini ya, sebelum-sebelumnya aku cuma liat di video dari orang aja. Aku jadi tim sunduq yang tugasnya itu mintain uang sumbangan yang ditujukan untuk Palestina. Diawal aku jadi tim sunduq biasa, so setelah selesai baru lelang amal dan aku jadi tim sunduq komitmen, ini dia inti dari lelang amal. Bersyukur deh, bisa ada di antara tim yang bertugas, melihat secara langsung bahwa masih banyak orang-orang yang mau menginfakan hartanya untuk saudara di Palestina, tak berfikir banyak mereka keluarkan harta mereka.Alhamdulillah uang yang terkumpul sebanyak Rp 96.000.000-, .


kalau beberapa agenda di atas kebayang ya gimana kerjanya, ada beberapa acara yang masih jadi pikiran mengawang-awang ketika aku harus jadi:

Panitia Internasional Hijab Solidarity Day

you know? aku belum tau harus mempersiapkan apa, gambaran acaranya saja belum jelas. sejauh ini di grup hanya silent reader hahaha maaf ^^v kalau kepanitiaan Internasional Hijab Solidarity Day ini dari banyak komunitas Islam di Jabodetabek jadi masih gak keliatan ya kalau aku hanya jadi SD alias silent reader, tapi.... sebelum acara besar IHSD pusat, ada serangkaian acara Hijab Silidarity Day yang dilaksanakan disetiap regional, dan SPJ Bogor sedang mempersiapkan acara tersebut, jadi nambah lagi grup WAnya wkwkwkw

Persiapan Program Goes to School

Salah satu pgogram SPJ Bogor untuk memberikan edukasi kepada siswa dan mahasiswa,karena secara gak langsung aku jadi PJ acara ini, aku sering berkomunikasi dengan keputrian MAN 2 Bogor untuk menjadi partner acaraGoes to School.InsyaAllah acara ini akan dilaksanakan pada tanggal 22 September


Nah, balik lagi dengan percakapan aku dengan si Kakak itu, setelah aku balas terakhir dengan "Biasa" kakak itu bilang, "Bersyukur dek, kamu masih Allah kasih kesempatan untuk sibuk dalam kebaikan". Ah kakak i love you teu ereun-ereun kalau bahasa sundanya mah.

Untuk agenda selanjutnya yang akan datang, baik itu ta'aruf HMPS Pendidikan Kimia,Lomba divisi Pemberdayaan Perempaun HMPS Pendidikan Kimia, Open House Komda FITK, dan Gencarnya Ekspresi 2017... i'm ready to fight.. InsyaAllah. :)

Senin, 14 Agustus 2017

penutup dimalam ini :


Mungkin benar aku jatuh cinta,
tapi maaf aku tak memiliki keberanian seperti bunda Khadijah
do'akan saja agar aku mampu sekuat Fatimah Az-Zahra




(10.30 PM)

jodoh atau Kematian?

Dalam ke-egoisan aku pernahmemutuskan untuk berhenti merasa
Setelah kupikir ulang, penyebabnya adalah kesalahnku sendiri
Masih tentang masa lalu itu,
saat aku terjerembab pada lubang yang sulit aku keluar darinya
Yaitu lubang kenistaan yang membuatku menyadari betapa payah aku menaklukkan nafsu
betapa payah aku perlu dipapah oleh sebilah tongkat istiqomah


Rabb, aku semakin sadar mengapa orang diluar sana banyak yang memutuskan untuk hal itu
Ibadah kepada-mu bukan? pun untuk menyempurnakan pengabdian kepada-Mu terlebih untuk sama-sama membangun syurga?


Rabb, jika belum waktunya aku menyempurnakan imanku, maka bantulah aku mengokohkan istiqomah dalam perjalanan bertepi ini
Mohon tegurlah aku saat aku khilaf, bahkan sebelum niat tiba menghampiri hati yang payah


Tak ingin menggali lubang kenistaan lagi
Karena baru saja aku menutupi lubang itu dengan tanah-tanah yang aku dapaatkan dari perjalanan hijrahku
Lelah hati yang aku rasakan
Untuk yang kesekian kali aku mohon, tegur aku jika hijrahku bukan untuk kematian